Jurnalisme Sastrawi dalam perbincangan

Cuma Sekedar Menuliskan
Soeharto Wariskan 5.377 Kasus
Luar biasa! Pemerintahan Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto mewariskan 5.377 kasus penyelewengan uang negara senilai Rp47,38 triliun dan 42,99 juta dolar AS atau setara Rp387 miliar (kurs 1 dolar= Rp9.000).
Hebatnya, puluhan triliun dana milik pemerintah itu tersimpan dalam rekening atas nama pribadi. Mereka adalah para pejabat sipil, TNI, Polri dan Kejaksaan Agung. "Semua dana penerimaan negara itu tidak pernah disetorkan ke kas negara," beber Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution dalam rapat paripurna DPR, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (16/5).
Menurut Anwar, temuan penyelewengan warisan rezim Orba oleh BPK itu sebenarnya bukan hal baru. "Tapi, respons para pejabat pengelola keuangan negara yang bertanggung jawab terhadap tindaklanjut hasil pemeriksaan keuangan masih rendah," tandasnya.
Diungkapkannya, hasil pemeriksaan BPK Semester II Tahun Anggaran 2005 menyebutkan triliuan rupiah uang negara hingga kini belum disetor ke kas negara. Kekosongan itu antara lain disebabkan 11 lembaga negara atau departemen yang telah memungut pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp2,008 triliun belum disetor ke kas negara.
"Hasil pemeriksaan atas 22 dari 158 BUMN terungkap 16 BUMN terdapat investasi dan pemberian jaminan yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian serta terjadi kelebihan bayar yang merugikan negara Rp453,02 miliar," ujar Anwar.
Ditambahkannya, dari 16.433 temuan pemeriksaan dengan nilai sebesar Rp132,49 triliun, 146,60 juta dolar AS, 98,91 ribu euro dan 361,48 juta yen, baru ditindaklanjuti sebanyak 6.920 temuan dengan nilai Rp34,22 triliun dan 61,11 juta dolar AS.
"Artinya, masih terdapat sisa temuan yang belum ditindaklanjuti sebanyak 9.513 temuan dengan nilai Rp98,27 triliun, 81,35 juta dolar AS, 98,91 ribu euro dan 361,48 juta yen," cetus Anwar.
BPK melakukan pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada 34 departemen/lembaga di pusat, 33 provinsi, 214 kabupaten/kota, dan 28 BUMD serta 22 BUMN.
Pada pemeriksaan 15 bank dalam likuidasi (BDL), BPK menemukan adanya pemberian penghapusan utang sebesar Rp151,43 miliar pada 6 BDL yang melebihi ketentuan. Selain itu juga terdapat tagihan yang terkait PT Bank Pasific (dalam status likuidasi) sebesar Rp1,37 triliun yang tidak didukung jaminan memadai dan pihak terkait tidak kooperatif menyelesaikan kewajibannya.
"Keadaan ini mengindikasikan bahwa tindaklanjut hasil pemeriksaan BPK belum mendapat perhatian yang memadai atau keseriusan pemerintah untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang baik," tandasnya.
Menyikapi ini Ketua DPR Agung Laksono meminta pemerintah memperhatikan temuan ini dengan serius. "Dan dewan akan melakukan pendalaman. Jika ditemukan penyimpangan, maka akan diproses menurut hukum," tegasnya.
Rekening Pribadi
Pengamat ekonomi yang juga anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowomengatakan ada beberapa alasan mengapa kas negara saat ini kosong. "Salah satunya aset negara menggunakan nama pribadi dan rekening negara yang tidak dilaporkan ke APBN," katanya.
Kerancuan itu, kata dia, semakin diperkuat dengan pemisahan aset negara serta sistem pengelolaan yang tumpang tindih karena dipegang lebih dari satu lembaga. "Sebagian dipegang Setneg (sekretariat negara), sebagian lagi ke Depkeu dan sebagian lagi ke BUMN. Apa ini tidak rancu," tukas Drajad.
Selain itu, imbuhnya, aset ini sulit dibedakan karena tidak ada pemisahan yang jelas antara aset publik, aset negara dan aset privat.
"Ini terjadi selama puluhan tahun. Memang, pengelolaan aset negara sekarang ini masih jauh dari baik," katanya.
Mengenai laporan BPK, Drajad masih menemukan kelemahan karena tidak menjelaskan secara rinci titik penyimpangan dana yang dimaksud. "Saya berharap nanti laporan detilnya lebih rinci, misalnya tanah di wilayah Gelora Bung Karno batasnya mana saja. Ini yang harus diperhatikan," tukasnya.
Temuan BPK ini tampaknya seiring dengan temuan Global Corruption Report (GCR) 2004 yang menempatkan Soeharto di posisi pertama pelaku korupsi di dunia. Soeharto dituding menggelapkan uang sebesar 15-35 miliar dolar AS. Peringkat kedua, menurut GCR, ditempati Ferdinand Marcos, bekas presiden Filipina yang menilep uang negaranya sebesar 5 miliar dolar AS.
"Di peringkat bawahnya ada politisi seperti Slobodan Milosevic, Alberto Fujimori, dan Joseph Estrada," beber Deputi Eksekutif Transparency Internasional, Rizky Wibowo, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Bersatu
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menandatangani dua perjanjian kerjasama pencegahan dan penanganan koruptor dengan lembaga sejenis dari China dan Korea Selatan. "Ini kerjasama internasional untuk meningkatkan hubungan antarnegara. Perjanjian ini sangat penting karena kita harus mencegah korupsi dan berbagai macam peyalahgunaan sejak dari pangkalnya," kata Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki, di Kantor Presiden, Selasa.
Penandatanganan dokumen perjanjian kerjasama dengan KPK Korsel akan dilakukan di Seoul, bersamaan kunjungan presiden Yudhoyono ke Seoul, Juni mendatang. Sementara perjanjian dengan China akan ditandatangani di Jakarta pada November mendatang.
Cendana Menantang
Wacana gugatan atas harta Soeharto bergulir kencang. Kejaksaan Agung bahkan telah membentuk tim untuk melakukan gugatan perdata terhadap mantan Presiden Soeharto.
Cendana menganggap enteng rencana kejaksaan melayangkan gugatan perdata. "Silakan saja. Itu hak setiap orang untuk melakukan gugatan ke pengadilan. Sah-sah saja. Nanti kita lihat di pengadilan," cetus Deny Kailimang, kuasa hukum keluarga Soeharto, di Kejagung, kemarin.
Senin lalu Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Alex Sato Bya mengatakan akan membentuk tim melakukan gugatan secara keperdataan terhadap Soeharto jika dirinya telah menerima Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Jaksa Agung. Gugatan perdata akan dilakukan supaya kerugian negara senilai Rp1,3 triliun dan 419 juta dolar AS bisa dikembalikan kepada negara.
Menurut Deny, anak-anak Soeharto sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan tujuh yayasan sosial yang diperkarakan Kejagung waktu itu. Terlebih lagi, saat ini yayasan itu sudah memiliki anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga (AD/ART) yang terpisah.
"Jika Kejagung berniat mengambil harta dari yayasan tersebut, tentunya harus melalui proses hukum yang benar dan sesuai AD/ART masing-masing yayasan. Jadi keluarga (Cendana) tidak akan mencampuri ini karena ada batasan-batasan kewenangan yang diatur dalam AD/ART yayasan," tegas Deny.
Terpisah, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Komite Pembaruan Peradilan Indonesia (KPDI) berencana mengajukan somasi terhadap Jaksa Agung atas dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) terhadap Soeharto. Kedua lembaga ini menuntut Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh segera mencabut SKPP tersebut dan melanjutkan persidangan terhadap Soeharto.
"Jika somasi kami tidak ditanggapi, kami akan melakukan gugatan ke pengadilan karena Jaksa Agung telah menyalahgunakan kewenangannya," tegas koordinator TPDI, Petrus Selestinus.Klub Jurnalis Lampung
Malam Itu Juga kami Menentukan VISI-MISI KJL, dengan perdebatan panjang, apa dan bagaimana KJL bergerak, serta debat tentang kaidah Baku BahasaIndonesia, Visi-Misi pun tuntas dalam waktu satu jam lebih. Visi KJL: "Terwujudnya kebebasan pers dan hak publik dalam memperoleh informasi yang benar nenuju masyarakat yang demokratis." Sedangkan misinya antara lain: 1. memperjuangkan kebebasan pers. 2. memperjuangkan hak publik atas informasi yang benar 3. memperjuangkan masyarakat yang demokratis. Sedangkan aktivitas KJL sendiri disepakati akan melakukan Diskusi, riset, publikasi dan konsultan. Untuk pendanaan sendiri didapat dari Iuran Anggota dan sumber lain yang tidak menggikat. Sayarat keanggotaan nantinya adalah orang yang berkecimpung dalam aktivitas Jurnalistik. Malam itu juga kami menginpentarisir nama-nama yang kami anggap kapabilitas dan memungkinkan untuk bergabung dengan KJL. Sedengakan kami agak kebinggungan untuk menentukan kesekretariat untuk KJL, namun Oyos mengusulkan sementara waktu KJL meminjam tempat di kantor perwakilan Kompas Lampung. Rencananya untuk pembentukan dan sosialisasi KJL di laksanakan Sabtu 3 juni nanti. Diskusipun berakhir dini hari tepat pukul 01.00 wib.
Kepala Kelinci Berdasi Masuk
Oleh: Yudi Nopriansyah
Motivasi dibalik pembelian franchise majalah Playboy.
Ketika tahun lalu kelompok gramedia membeli franchise majalah National Geographic (NG), segala bentuk liputan dan bahasan di majalah NG Indonesia tidak terlepas dari isi majalah induknya yang sudah berdiri dari tahun 1888 di Washington, D. C. Bahkan dibawah bok redaksi NG Indonesia, dicantumkan pula bok redaksi induknya. Tantyo Bangun pemimpin redaksi NG
Namun di Indonesia kepentingan bisnis jauh di atas kepentingan masyarakat dan negara, Ketika masyarakat sedang ribut menafsirkan pornografi dan pornoaksi yang akan di undangkan, sosok gadis muda Andara Early yang presenter televisi tampil di sampul muka majalah Playboy (PB) Indonesia edisi perdana april lalu. "Always Happy Early" judulnya: Andara berlagak dalam samar kemerahan, mengenakan baju tidur memegang bolam yang entah apa maknanya, tapi tidak telanjang bulat sebagaimana lazimnya sampul majalah PB. Di halaman mukanya, jendela berita menuliskan sederet artikel isi dari majalah, antara lain wawancara dengan Pramoedya Ananta Toer, esai karya Agus Sopian dan Linda Christanty dari Yayasan Pantau. Mungkin para redaktur majalah playboy
Majalah Playboy pastinya sudah tak asing lagi bagi sebagian orang apalagi kaum laki-laki. Majalah yang telah beredar resmi di 28 negara ini digawangi Hugh Hefner. Copywriter pertama majalah playboy pada desember 1953, Hefner menampilkan foto telanjang seorang wanita yang sebelumnya tidak terkenal Marlyn Monroe berjudul “Sweetheart of the Month.” Dia sangat tidak yakin akan ada edisi kedua, hingga ia tidak mencantumkan tanggal pada sampul, Namun rupanya palyboy direspon oleh pasar Amerika bersama dengan datangnya pil kontrasepsi pada tahun 1960, dengan ikon kepala kelinci, palyboy memainkan sebuah peranan penting dalam transformasi masyarakat barat. Dalam pesta ulang tahunnya yang ke-80 april lalu Hafner berkelakar “tiga karya besar peradaban adalah: Api, Roda dan Playboy, tak seorangpun melakukan sex sebelum playboy.” Katanya tertawa dalam wawancara dengan Agence France Presse (AFP). Dengan menyebarkan idiologi playboy kebanyak negara di seluruh dunia, menjadikan Hafner salah satu dari orang yang paling dikenal—sekaligus paling dikritik sebagai tokoh abad 20.
Minggu pagi
“Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai
Pada 27 april 2006, Pram sempat tak sadar diri. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS. Santa Karolus hari itu juga. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru, penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya, ditambah komplikasi ginjal, jantung dan diabetes.
Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Setelah sadar, dia kembali meminta pulang. Meski permintaan itu tidak direstui dokter, Pram bersikeras ingin pulang. Sabtu 29 april, sekitar pukul 19.00, begitu sampai di rumahnya, kondisinya jauh lebih baik. Meski masih kritis, Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya.
Kondisinya sempat drop lagi pada pukul 20.00. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Pram juga tertawa saat dibisiki para fans yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Kondisi Pram memang sempat membaik, lalu kritis lagi. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Dia lantas meminta disuapi havermuth dan meminta rokok. Tapi, tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Mereka hanya menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22.00.
Setelah itu, beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02.00 kemarin. Saat itu, dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. "Dorong saja saya," ujarnya. Namun, teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak, cucu, dan cicitnya. Tapi, teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram.
Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03.00. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Namun, pukul 05.00, mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Terakhir, ketika ajal menjemput, Pram sempat mengerang, "Akhiri saja saya. Bakar saya sekarang," katanya.
Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.
Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26, Utan Kayu, Jakarta Timur. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang, Erry Riyana Hardjapamekas, Nurul Arifin dan suami, Usman Hamid, Putu Wijaya, Goenawan Mohamad, Gus Solah, Ratna Sarumpaet, Budiman Sujatmiko, serta puluhan aktivis, sastrawan, dan cendekiawan. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka, antara lain dari KontraS, Wapres Jusuf Kalla, artis Happy Salma, pengurus DPD PDI Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta, dan lain-lain. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. Temasuk para anak muda fans Pram.
Jenazah dimandikan pukul 12.30 WIB, lalu disalatkan. Setelah itu, dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Terdengar lagu internationale dan dinyanyikan di antara pelayat.
Internasionale:
*Versi bahasa Rusia
Интернатсайонал
Вставей, прокльят'ием заклиеимиенний,
Мир Виеса голодних я рабов!
Кипит наш разам возмушчиенний
Я v смйертний мальчик виести готов.
Мир Виеса назил'я мой разрушим
Сделайте основан'я, затием
Мой наш, мой новий мир построим:
Кто бил ничием, суммируйте станиет всайем!
Это ест' наш послиедний
Я риешитиел'ний мальчик.
S Интернатсайоналом
Прут Воспрьяниет людской.
*Versi bahasa Perancis
L'Internationale
Debout, les damnés de la terre
Debout, les forçats de la faim
La raison tonne en son cratère
C'est l'éruption de la fin
Du passe faisons table rase
Foules, esclaves, debout, debout
Le monde va changer de base
Nous ne sommes rien, soyons tout
C'est la lutte finale
Groupons-nous, et demain (bis)
L'Internationale
Sera le genre humain
*Versi bahasa Inggris
The Internationale
Arise ye workers from your slumbers
Arise ye prisoners of want
For reason in revolt now thunders
And at last ends the age of can't.
Away with all your superstitions
Servile masses arise, arise
We'll change henceforth the old tradition
And spurn the dust to win the prize.
So comrades, come rally
And the last fight let us face
The Internationale unites the human race.
So comrades, come rally
And the last fight let us face
The Internationale unites the human race.
Versi bahasa Indonesia
Internasionale
Bangunlah kaum jang terhina,
Bangunlah kaum jang lapar.
Kehendak jang mulja dalam dunia
Senantiasa tambah besar.
Lenjapkan adat dan faham tua
kita Rakjat sedar-sedar.
Dunia sudah berganti rupa
Untuk kemenangan kita.
Perdjuangan penghabisan,
Kumpullah berlawan.
Dan Internasionale
Pastilah didunia.
Sumber: Situs Indo-Marxist
Internationale diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Belanda oleh Ki Hadjar Dewantara dan dipopulerkan PKI selama tahun 1951-1965. Terjemahan syair-syair Internationale itu oleh komunis internasional dianggap telah menghilangkan roh proletariat, sehingga CC PKI mendapat celaan keras.
Pada 19 Desember 1948, Amir Sjarifuddin beserta 10 tokoh clash Madiun 1948 juga menyanyikan Indonesia Raya dan Internationale sesaat sebelum dieksekusi.
Bangunlah kaum yang terhina,
Bangunlah kaum yang lapar!
Dendam darah menyala-nyala,
Kita berjuang `ntuk keadilan.
Hancurkan dunia lama
sampai kedasar-dasarnya!
Dunia baru kita ciptakan,
milik s'luruh kaum pekerja!
Perjuangan penghabisan,
Berstulah berlawan!
Internasionale pastilah didunia!
Tiada "pengasih" dan "penyayang",
Tiada dewa atau raja;
Kebah'giaan umat manusia
Pasti kita sendiri cipta.
Musnakan b'lenggu penindasan,
Rebut hasil jerih kerja!
Kobarkan api, seg'ra tempat
selagi baja membara!
Perjuangan...................
Kitalah kaum pekerja s'dunia,
Tent'ra kerja nan perkasa.
Semuanya mesti milik kita,
Tak biarkan satupun penghisap!
Kala petir dahsyat menyambar
Diatas si angkara murka,
Tibalah saat bagi kita
surya bersinar cemerlang!
Perjuangan...................
Teks bahasa
Lirik
Di sini negeri kami
tempat padi terhampar luas
samuderanya kaya raya
tanah kami subur, Tuhan.
Di negeri permai ini
berjuta rakyat bersimbah luka
anak kurus tak sekolah
pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar
Bunda, relakan darah juang kami
tuk membebaskan rakyat
padamu kami berjanji
padamu kami berbakti
tuk membebaskan rakyat