Friday, May 19, 2006

Pembentukan Klub Jurnalis Lampung

Klub Jurnalis Lampung

Malam itu kamis 18 mei 2006, saya yang kebetulan sedang berkunjung kesekretariat Aliansi Jurnalistik Independet (AJI) Lampung, diajak terlibat dalam sebuah obrolan serius tentang rencana pembentukan forum wartawan di Lampung. Luar biasa menurut saya orang-orang yang hadir malam itu. Ibnu Khalid (Pemimpin Redaksi Radar Lampung juga ketua AJI Lampung), Ade Alawi (Pemimpin Redaksi Lampung Post), Agus Sahlan Mahbub (Pemimpin Redaksi dua media Sapulidi dan Satwa Liar), Budi Santoso Budimanman (Redaktur LKBN ANTARA), Osoy Saroso H.N, (Jakarta Post), Juwendera Asdiansyah (Wartawan Sindo), Zaenal Mustapa (Mantan Pemimpin Umum TEKNOKRA), Adian Saputra (Korektor Lampung Post), Zulkarnain Zubairi (Redaktur Lampung Post) Hendarto (Wartawan Radar Lampung), hanya saya yang masih mahasiswa, canggung rasanya ditengah-tengah para praktisi ini. obrolan kami dimulai sangat larut, karna Mas Boy (pangilan Ibnu Khalid) baru datang pukul 23.15 wib sedang pak Ade Alawi tiba terlebih dahulu dengan membawa dua kotak martabak--disusul mas Budi Santoso Budiman yang baru selesai pengajian dirumah kerabatnya.

Dalam obrolan itu, ada kesepakatan untuk membentuk sebuah lembaga yang nantinya menjadi wadah jurnalis berdiskusi prihal isu strategis di Lampung. Dari sana kami mulai mengkrucut membentuk kerangka dalam pembentukan forum jurnalis tersebut. Di awal kami mencari nama untuk forum tesebut, beberapa usulan sempat terlontar, antara lain Forum Jurnalis, Forum Editor dan Jurnalis klub. Kang ade Alawi tertarik dengan nama Forum Editor, karna sudah ada di propinsi lain seperti Bandung, Jakarta, Surabaya. Sedangkan forum jurnalis terdengar lebih santai dan tidak elitis papar Oyos dan Juwendra. Lebih dari setengah jam kami mencari nama. Akhirnya kami bersepakat untuk membuat nama yang tidak terdengar ellitis dan eksklusif. Nama 'Lampung Jurnalis Club' dianggap pas dengan forum ini, maka kami merubah struktur bahasanya kedalam bahasa inidonesia. Klub Jurnalis Lampung (KJL). Di Lampung nama KJL "lebih ramah lingkungan kedengarannya" Gurau Ade Alawi.

Malam Itu Juga kami Menentukan VISI-MISI KJL, dengan perdebatan panjang, apa dan bagaimana KJL bergerak, serta debat tentang kaidah Baku BahasaIndonesia, Visi-Misi pun tuntas dalam waktu satu jam lebih. Visi KJL: "Terwujudnya kebebasan pers dan hak publik dalam memperoleh informasi yang benar nenuju masyarakat yang demokratis." Sedangkan misinya antara lain: 1. memperjuangkan kebebasan pers. 2. memperjuangkan hak publik atas informasi yang benar 3. memperjuangkan masyarakat yang demokratis. Sedangkan aktivitas KJL sendiri disepakati akan melakukan Diskusi, riset, publikasi dan konsultan. Untuk pendanaan sendiri didapat dari Iuran Anggota dan sumber lain yang tidak menggikat. Sayarat keanggotaan nantinya adalah orang yang berkecimpung dalam aktivitas Jurnalistik. Malam itu juga kami menginpentarisir nama-nama yang kami anggap kapabilitas dan memungkinkan untuk bergabung dengan KJL. Sedengakan kami agak kebinggungan untuk menentukan kesekretariat untuk KJL, namun Oyos mengusulkan sementara waktu KJL meminjam tempat di kantor perwakilan Kompas Lampung. Rencananya untuk pembentukan dan sosialisasi KJL di laksanakan Sabtu 3 juni nanti. Diskusipun berakhir dini hari tepat pukul 01.00 wib.

Orang yang terlibat dalam Obrolan

  1. Juwendra Asdiansyah (Wartawan SINDO dan Bengkel Jurnalisme)
  2. Zulkarnain Zubairi (Redaktur Lampung Post)
  3. Oyos Saroso H.N (Wartawan Jakarta Post)
  4. Budi Santoso Budiman (Wartawan LKBN ANTARA)
  5. Ade Alawi (Pemimpin Redaksi Lampung Post)
  6. Ibnu Khalid (Pemimpin Redaksi Radar Lampung)
  7. Agus Sahlan Mahbub (Pemimpin Redaksi Sapu Lidi dan Satua Liar)
  8. Zaenal Mustopa (Mantan Pemimpin Umum Teknokra)
  9. Hendarto (Wartawan Radar Lampung)
  10. Adian Saputra (Korektor Lampung Post)
  11. Yudi Nopriansyah (Pemimpin Umum Teknokra)

Daftar Impentarisir Calon Anggota KJL

  1. Firman Sopnada (AJI Lampung)
  2. Damanhuri (AJI Lampung)
  3. Adolf Ayatulloh (Lampung Ekspres Plus)
  4. M. Thoha Makhsum (ANTARA)
  5. Rahmat Sudirman (Lampung Post)
  6. Budi Parlindungan Hutasuhut (Lampung Post)
  7. Ade Yunarso (Radar)
  8. Ridu Mulyadi (Lampung Post)
  9. Sekar Sari (Lampung Post)
  10. Iswadi Pratama (Teater satu)
  11. Soni B Hadi (Mandala)
  12. Helena Fransiska (Kompas)
  13. Ibram Harir (Lampung Post)
  14. Junaidi Djohan (Lampung Post)
  15. Ilham Malik (Akademisi)
  16. Hertanto (Akademisi)
  17. Sudjarwo (Akademisi)
  18. Ida Nurhaida (Akademisi)
  19. Gino Vanollie (FMGI)
  20. Nairobi (Akademisi)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home