Wednesday, January 11, 2006

Cover Buku Pramoedya Ananta Toer

Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca adalah seri Teteralogi Pramoedya Ananta Toer. Saya belum memiliki sampul buku Rumah Kaca. Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Buku pertama dari tetralogi populer karya Pramoedya. Baru diterbitkan kembali oleh Lentera setelah lama menghilang

"Anak Semua Bangsa" Penerbit:Hasta Mitra Deskripsi: Buku ke-2 dari tetralogi populer karya Pramoedya.

"Jejak Langkah" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Buku ke-3 dari tetralogi populer karya Pramoedya. "Rumah Kaca" (Cover Kosong ) Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Buku ke-4 (terakhir) dari tetralogi populer karya Pramoedya

"Arus Balik" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Sebuah epos pasca kejayaan Nusantara di awal abad 16.

"Gadis Pantai" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta MitraDeskripsi Diskripsi: Siapa yang udah baca...Diisi

Cerita Dari Digul' Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Diskripsi: Tolong di bantu. 'Cerita Dari Digul'

"Nyayi Sunyi Seorang Bisu" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi; sebuah jabaran komunikasi Inter-personal Pram di pulau buru, yang dituangkan dalam cuplikan cerita yang mendalam.

"Mangir" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Sopo seng uwes boco...Hayoo di isi.

"Laras Sati" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Isi geah, yang udah baca....

"Cerita Calon Arang" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Sebuah dongeng yang tidak cocok dibaca anak kecil, tapi juga tidak berguna dibaca manula, Pram mendongeng kisah penyihir hitamyang sangat kontektual dengan manusia jawa.

'Pangil Aku Kartini' Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Dalam beberapa kali wawancara, pram tidak bisa menyimpan kekagumannya kepada sang ibu, buku ini mengupas sikap wanita, dengan menampilkan kisah nyata pram.

]

"Arok Dedes" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Begitu berapinya Pram, ketika mengunakan sejarah Ken Arok, mengiring pembaca agar kritis melihat lengsernya Sukarno yang digantikan Suharto.

"Cerita Dari Blora" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Terima Kasih...

"Korupsi" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi:--

'Cerita Dari Jakarta" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra Deskripsi: Belum Baca boo..

'Percikan Revolusi Subuh' Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra

'Menggelinding 1" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Buku ini dihadirkan untuk menjadi kilas balik proses kepengarangan Pram yang panjang selama rentang 1947 - 1956. Terdiri dari esai, sajak, cerita serta tulisan lainnya lengkap dengan komedi dan tragedinya. Cetakan terbaru (2005)

'Mereka Yang Dilumpuhkan' Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra

'Perburuan' Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra

'Tempo Doeloe' Pengarang Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Dipanatara Deskripsi: Buku ini merupakan antologi sastra pra-Indonesia yang ditulis oleh empat penulis dengan delapan cerita : F. Wiggers (Dari Boedak Sampe Djadi Radja), Tio Ie Soei (Peter Elberveld), F.D.J Pangemanan (Tjerita Rossina dan Tjerita Si Tjonat), G. Francis (Tjerita Njai Dasima), dan H. Kommer (Tjerita Kong Hong Nio dan Tjerita Nji Paina).

'Realisme Sosialis' Pengarang Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Realisme-Sosialis yang terbungkus oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), selama ini menjadi titik sengketa yang tak ada habis-putusnya. Tapi sayang sengketa itu berlangsung tanpa ada referensi yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal apa itu realisme-sosialis. Kerap ejekan dan hinaan itu hanya didasarkan pada dugaan bahwa realisme-sosialis identik dengan PKI. Pramoedya dlam buku ini mencatat poin-poin penting ihwal sastra bergenre realisme-sosialis disertai dengan paruh-paruh perkembangan sejarah sastra Indonesia secara menarik dan memikat.

'Di Tepi Kali Bekasi' Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Lewat novel ini Pramoedya ingin menjungkirkan cara pendang konvensional dalam melihat wacana sejarah revolusi Republik yang selalu menempatkan militer dan para jendralnya sebagai kubu heroik dan pahlawan. Adapun tokoh-tokoh anonim yang tak memiliki aksesibilitas ke penulisan sejarah Istana, tersingkir dan lenyap. Pram berusaha menempatkan tokoh-tokoh anonim ini sedemikian rupa di tempatnya yang layak. Cetakan terbaru (2005)

'Kembali Pada Cinta Kasihmu' Pengarang: Leo Tolstoy alih bahasa : Pramoedya Penerbit: Lentera Deskripsi: Terjemahan novel pendek Leo Tolstoy (1828-1910), sastrawan Rusia yang amat dihormati dunia. Cetakan terbaru (2005).

'Tikus dan Manusia' Pengarang: John Steinbeck Alih Bahasa : Pramoedya Penerbit: Lentera Deskripsi: John Steinbeck (1902 - 1968) dikenal dunia sebagai seorang pengarang humanis yang setia mengungkap persoalan-persoalan getir kemanusiaan dalam karya-karyanya. Dalam novel pendek dengan judul asli : Of Mice and Man (1937) yang diterjemah kan oleh Pramoedya ini, John Steinbeck berkisah tentang persahabatan dua manusia gembel : George dan Lennie- sesosok lelaki bertubuh raksasa, tapi dengan otak seorang bocah.

"Jalan Raya Pos, Jalan Daendels" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Karya terbaru Pramoedya, menuturkan sisi paling kelam pembangunan jalan yang beraspalkan darah dan air mata manusia Pribumi. Kisah pembangunan Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal dengan jalan Daendels, jalan yang membentang 1000 kilometer sepanjang utara Jawa, dari Anyer sampai Panarukan.

"Bukan Pasar Malam" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Roman ini berlangsung dalam satu putaran perjalanan seorang anak revolusi yang pulang kampung karena ayahandanya jatuh sakit. Dari seputar perjalanan itu, terungkap beberapa potong puing gejolak hati yang tak pernah teranggap dalam gebyar-gebyar revolusi. Cetakan terbaru (2005)

"Sekali Peristiwa di Banten Selatan" Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Novel ini merupakan hasil reportase singkat Pramoedya di wilayah Banten selatan yang subur tapi rentan dengan penjarahan dan pembunuhan. Cetakan terbaru (2005).
"Midah Simanis Bergigi Emas"
Pengarang: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Deskripsi: Midah, pada awalnya berasal dari keluarga terpandang dan beragama. Karena ketidak adilan dalam rumah, ia memilih kabur dan terempas di tengah jalanan tahun 50-1n yang ganas. Ia tampil sebagai orang yang tak mudah menyerah dengan nasib hidup, walaupun ia hanya seorang penyanyi dengan panggilan "si manis bergigi emas" dalam kelompok pengamen keliling dari satu resto ke resto, bahkan dari pintu ke pintu rumah warga. Cetakan terbaru (2005)

2 Comments:

Blogger taufik jamil alfarau said...

mas mas, cover buku gadis pantai yang pertama bukan itu. cover yang mas tampilkan merupakan cover yang terbartu. setahu saya cover yang lama lebih dramatis, covernya masih bergambar seorang gadis pantai yang memakai kebaya dan seorang tuan tanah yang dipayungi bujangnya. gadis berkebaya tersebut menurut banyak kalangan diidentikkan sebagai nenek dari seorang PRAM. sekian sedikit koreksinya.

saya juga ingin membantu memberi deskripsi isi dari beberapa buku pram yang sudah saya baca.

BUMI MANUSIA
Deskripsi: Buku pertama dari tetralogi populer karya Pramoedya. Baru diterbitkan kembali oleh Hasta Mitra dan kemudian Lentera.

bercerita tentang seorang anak pribumi putra bupati daerah B yang sekolah HBS (Hooghe Burger Scholl), yaitu sekolah yang diperuntukkan bagi anak anak belanda dan pejabat pribumi.
disini putra bupati tersebut tidak mau memakai pakaian yang diperntukkan bagi bangsa pribumi yaitu DESTAR tetapi ia lebih suka memakai pakaian ala eropa, sehingga ia dijuluki MINKE, atau pelesetan dari kata monkey atau monyet.
minke kemudian berkenalan dengan Annelis dan ibunya Nyai Ontosoroh, yaitu seorang pribumi yang berkat perjuangannya berhasil merubah dirinya dari seorang nyai menjadi seorang yang mampu berbahasa belanda dan berpendidikan eropa. diakhir buku kemudian Minke dan Annelis menikah walaupun mendapat tantangan dari kakak dan ayah Annelis.
akan tetapi kebahagiaan Minke kemudian sirna ketika Annelis dipaksa kembali ke negeri belanda karena perkara surat wasiat dan harta warisan ayahnya yang meninggal di rumah bordil.


Anak Semua Bangsa

Buku ke-2 dari tetralogi populer karya Pramoedya.

merupakan kelanjutan dari BM, disini digambarkan bagaimana menderitanya Annelis dinegeri belanda hingga kemudian meninggal.
dan dibuku inilah awqal dari sebuah perjuangan seorang Minke dalam masa kebangkitan Indonesia.
Minke yang mendapat beasiswa, kemudian pergi ke BATAVIA melanjutkan studinya di sekolah kedokteran STOVIA.
ketika belajar di STOVIA inilah Minke terlibat dengan BOEDI OETOMOI, organisasi pergerakan pelajar yang kemudian menjadi motor dari kebangkitan bangsa indonesia.
selain belajar di STOVIA, Minke juga bekerja sebagai jurnalis sebah surat kabar melayu, dan karena profesinya sebagai jurnalis inilah, Minke kerap kali berurusan dengan pejabat Gubermen Hindia Belanda.
dan berkat kiprahnya sebagai aktivis , Minke kemudian kenal dengan ANG SAN MEI, seorang wanita tionghia yang merupapakan aktivis pergerakan revolusi china yang melarikan diri ke Hindia belanda.
Minke kemudian menikah dengan MEI,akan tetapi pernikahan tersebut tidak berlangsung lama karena MEI kemudian meninggal karena sakit paru paru.

Jejak Langkah

Deskripsi: Buku ke-3 dari tetralogi
yang merupakan puncak dari inti cerita tetralogi, disinilah puncak dari perjuangan dalam masa pergerakan nasional, percobaan pembunuhan, penjara, dan intimidasi mewarnai konflik dari cerita di buku ini.
dibuku inilah Minke membuktikan dirinya seorang "pencinta kecantikan" ia berselingkuh dengan sahabatnya walaupun ia sudah menikah dengan Prinses Kasiruta, seorang putri maluku yang dibuang pemerintah kolonial.
dan diakhir buku, digambarkan bagaimana akhir dari perjuangan seorang Minke, ia dibawa kepenjara oleh pihak kolonial. dan kemudian mati.
(mirip dengan proses PRAM ditangkap dan kemudian dibuang ke pulau buru).

Rumah Kaca

Deskripsi: Buku ke-4 (terakhir) dari tetralogi pulau buru.
disini terlihat kejeniusan seorang pram dalam menulis.
ia menggambarkan isi dari buku ketiga (Jejak Langkah) melalui sudut pandang Jacques Pangemanann dengan dua N, yaitu seorang pribumi manado yang menjabat kepala polisi.
disini digambarkan bagaimana Pangemanann dengan dua N mengalami konflik batin,
disatu sisi ia setuju dan kagum akan perjuangan yang dilakukan Minke, tetapi disatu sisi ia sebagai kepala pilisi harus melaksanakan tugasnya.
dan akhirnya pangemanann dengan dua N kehilangan semuanya akibat sikap yang dimabilnya.
menangkap Minke dan menyesal seumur hidup dan ditinggalkan istri dan anaknya yang orang prancis.


ini adalah secara garis besar, masih banyak konflik konflik lain yang belum digambarkan, seperti konflik antara MInke dan Robert Suurhoof
dan konflik Nyai Ontosoroh dengan Pemerintah Kolonial dan Konflik Dalam diri Minke..
Membaca Tetralogi sama saja membaca sebuah tragedi anak manusia.
karena ini adalah BUMI MANUSIA, Segalanya bisa terhadi.
selamat membaca .....



Arus Balik

Deskripsi: buku ini bercerita tentang masa masa awal penjajah kolonial datang ke bumi nusantara,
bersetting di kadipaten TUBAN, sebuah daerah di jawa timur sekarang yang terletak di tepi pantai laut jawa, dan mayoritas masih beragama hindu, dan masyarakatnya masih sangat sederhana, dimana yang wanita belum mengenal kain penutup dada dan laki laki dan perepuan hanya memakai kain cawart sebagai pakaian sehari hari.
dengan tokoh wira dan ....(lupa nama tokoh wanitanya). pram bercerita bagaimana terjadinya proses islamisasi yang dilakukan kerajaan demak dan awal penjajahan yang ditandai dengan datangnya bangsa berlulit putih dari ujung dunia, yaitu Bangsa Portugis.
digambarkan pula peperangan antara Pangeran Unus dengan armada lelanangin jagat Portugis di Melaka yang merupakan awal kejatuhan nusantara.
menurut Pram kejatuhan nusantara atau arus balik, bukan hanya karena armada portugis memiliki pelontar besi atau meriam, akamn tetapi karena sikap masyarakatnya yang licik, ingin menang sendiri, ingin menang sendiri dan kaum agamawan yang munafik.
diakhir buku, pram mengatakan, bahwa
KAPANKAH ARUS BALIK INI AKAN KEMBALI KE UTARA.


Gadis Pantai
Diskripsi: bercerita tentang seorang gadis yang rumahnya dipantai dan ayahnya bekerja sebagai nelayan.
gadis tersebut dijual sang ayah kepada seorang bupati yang sudah beristri banyak, untuk mengangkat harga diri dimata masyarakat.
gadis tersebut kemudian dijadikan mas nganten (sebutan bagi istri muda) oleh sang bupati, dan hanya di jadikan sebagai alat pemuas nafsu saja.
gadis tersebut kemudian belajar bagaimana menjadi seorang manusia dari seorang pembantunya.
pembantu tersebut kemudian dipecat oleh suaminya, dan kemudian gadis pantai dicampakkan karena sudah ada wanita muda yang menjadi istri baru sang bupati.

dan diakhir cerita, gadis pantai tersebut berontak terhadap keadaannya, walaupun ia harus kehilangan anaknya dan segala kemudahan hidup.
ia kemudian pergi ke kota menemui bekas pembantunya dan tak kembali.

"Nyayi Sunyi Seorang Bisu"
Deskripsi; sebuah jabaran komunikasi Inter-personal Pram di pulau buru, yang dituangkan dalam cuplikan cerita yang mendalam. selain itu juga disini terungkap bagaimana sejarah seorang pram melalui surat pribadinya kepada anak anaknya.
dan disinilah digambarkan bagaimana kerasny menjadi seorang tahan politik di pulau buru.


Arok Dedes

Deskripsi: Begitu berapinya Pram, ketika mengunakan sejarah Ken Arok, mengiring pembaca agar kritis melihat lengsernya Sukarno yang digantikan Suharto.
ya begitulah kira kira bila kita merefleksikan isi dari buku ini.
disini digambarkan sebuah intrik politik tingkat tinggi yang dimainkan arok atau soeharto ketika melakukan kudeta,
arok seorang anak desa berperawakan kecil dan bukan siapa siapa bermimpi menjadi raja di singosari dan mengawini dedes, berkat kepintaran dan kelicikannya ia berhasil membujuk beberapa kelompok garong menjadi anak buahnya dan kemudian memainkan skenario kudeta yang terkenal rapi


Mereka Yang Dilumpuhkan

Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Hasta Mitra

bercerita pada masa revolusi, disni pram memakai nama pram sebagi tokoh utamanya, disini digambarkan bagaimana para pejuang dipatahkan perjuangannya oleh pemerntah kolonial dengan berbagai macam cara.
disini juga digambarkan bagaimana kondisi penjara pada masa kolonial, penuh dengan intrik.

Tempo Doeloe

Deskripsi: Buku ini merupakan antologi sastra pra-Indonesia yang ditulis oleh empat penulis dengan delapan cerita : F. Wiggers (Dari Boedak Sampe Djadi Radja), Tio Ie Soei (Peter Elberveld), F.D.J Pangemanan (Tjerita Rossina dan Tjerita Si Tjonat), G. Francis (Tjerita Njai Dasima), dan H. Kommer (Tjerita Kong Hong Nio dan Tjerita Nji Paina).
disini pram mengemukakan pendaptnya bahwa sastra sebelum indonesia tidak lah sastra usang seperti yang diungkapkan orde baru.

mungkin segitu aja mas, saya mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam menulis dan ketidak jelasan.
Akan tetapi Intinya adalah

"ADIL SEJAK DALAM PIKIRAN"

Saturday, May 13, 2006  
Blogger Paulus said...

wahai saudaraku adakah yang bisa mencarikanku Novel Arus Balik????

Thursday, October 28, 2010  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home